Mohammad Zulfikar Dachlan merupakan profesional di bidang ekonomi dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang pengadaan barang dan jasa publik, manajemen risiko, serta kerja sama pemerintah dengan badan usaha. Berbekal latar belakang akuntansi dan manajemen keuangan, ia terlibat dalam berbagai proyek strategis bersama kementerian, pemerintah daerah, BUMN, hingga lembaga internasional, serta berkontribusi dalam mendorong tata kelola yang transparan dan akuntabel.
(2025–sekarang)
Pengalamannya tidak hanya berkembang dalam ranah profesional, tetapi juga melalui perannya sebagai narasumber, instruktur, dan penyusun modul pelatihan. Dalam perjalanannya, ia memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk berbagi wawasan di bidang pengadaan, ekonomi, dan tata kelola, sekaligus mengembangkan inisiatif bisnis di sektor konsultan dan pergudangan. Dengan latar belakang tersebut, ekonom ini memandang bahwa pembangunan berkelanjutan perlu didukung oleh tata kelola yang kuat, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi lintas sektor guna menciptakan dampak yang berkelanjutan.
Sorotan kontribusi dan peran strategis dalam penguatan tata kelola, proyek infrastruktur, dan pengadaan publik.

Berkontribusi dalam penyusunan dan pengembangan berbagai regulasi terkait pengadaan publik serta Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di tingkat pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Aktif sebagai narasumber, instruktur, serta penyusun modul pelatihan pengadaan barang/jasa dan KPBU di berbagai kementerian, lembaga, dan institusi pendidikan sejak 2011.

Terlibat dalam berbagai program strategis bersama lembaga nasional dan internasional, termasuk LKPP, Bappenas, World Bank, ADB, dan MCA-I, dalam penguatan sistem pengadaan dan pembangunan.

Memimpin berbagai proyek strategis sebagai Ketua Tim, Advisor, dan Senior Advisor dalam pengembangan infrastruktur dan layanan publik, termasuk proyek pengelolaan sampah (ITF Sunter & RDF Plant), KPBU sektor transportasi, serta penguatan kelembagaan di lingkungan pemerintah daerah.

Memiliki pengalaman luas dalam melakukan review, evaluasi kelayakan, dan audit terhadap berbagai proyek pengadaan dan infrastruktur, termasuk proyek KPBU, transportasi, dan pengelolaan lingkungan, sebagai bagian dari upaya memastikan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Memberikan pendampingan strategis dalam pengembangan bisnis, analisis kelayakan investasi, serta penyusunan strategi pertumbuhan usaha bagi sektor publik maupun swasta. Berpengalaman dalam identifikasi peluang, mitigasi risiko, dan perancangan model bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan serta nilai tambah jangka panjang.
Berperan sebagai Ahli Manajemen Risiko dalam proses review studi kelayakan MRT Jakarta Fase 4, dengan fokus pada evaluasi risiko dan kesiapan proyek dalam mendukung pengembangan infrastruktur transportasi perkotaan.
Memimpin pendampingan teknis, finansial, serta proses transaksi KPBU dalam pengembangan Bandar Udara Hang Nadim sebagai proyek strategis sektor transportasi udara.
Terlibat dalam pengembangan fasilitas pengolahan sampah di DKI Jakarta, termasuk ITF Sunter dan RDF Plant, dengan peran sebagai Ketua Tim Advisor dan Ketua Tim Supervisi dalam mendukung solusi pengelolaan lingkungan perkotaan.
Terlibat dalam pendampingan verifikasi lokasi calon Badan Usaha Pelaksana untuk proyek Bandar Udara Komodo Labuan Bajo dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), yang dilaksanakan di Rio de Janeiro, Brasil pada tahun 2019. Keterlibatan ini mencerminkan peran dalam proses penyiapan proyek infrastruktur strategis dengan pendekatan internasional, khususnya dalam memastikan kesiapan lokasi, kelayakan mitra, serta kesesuaian skema KPBU dalam pengembangan sektor transportasi udara.
M. Zulfikar Dachlan