Dari Bang Zul: Mengapa Potensi Masyarakat Kita Terus Tergerus

Dari Bang Zul: Mengapa Potensi Masyarakat Kita Terus Tergerus

Indonesia adalah negeri dengan potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun kualitas manusianya. Namun dalam praktiknya, potensi tersebut belum sepenuhnya terkonversi menjadi kesejahteraan yang merata. Salah satu akar persoalan yang sering luput dibahas adalah bagaimana nilai dari potensi itu tergerus di tengah proses distribusi.

Bang Zul melihat bahwa persoalan ini bukan sekadar soal produksi, melainkan soal siapa yang mengendalikan alur dari hulu ke hilir. Di titik inilah berbagai praktik tidak sehat kerap muncul. Rantai distribusi menjadi ruang yang rentan dimanfaatkan oleh tengkulak, makelar, dan oknum oportunis yang memainkan harga, mengatur pasokan, bahkan menahan barang agar terlihat langka di pasar. Dampaknya sederhana namun serius, masyarakat dipaksa membeli dengan harga yang tidak wajar, sementara pelaku usaha kecil kehilangan margin yang seharusnya menjadi hak mereka.

Ketika kondisi ini terus dibiarkan, maka yang terjadi adalah distorsi nilai. Produk lokal yang seharusnya menjadi kekuatan ekonomi justru kehilangan daya saing, bukan karena kualitasnya rendah, tetapi karena sistem yang tidak berpihak. Di sinilah Bang Zul melihat urgensi kehadiran solusi yang bukan hanya ideal secara konsep, tetapi juga kuat secara implementasi.

Bagi Bang Zul Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih bukan sekadar program ekonomi, melainkan instrumen strategis untuk mengembalikan kendali ke tangan masyarakat. Koperasi harus hadir sebagai mitra terpercaya, yang mampu memotong rantai distribusi yang tidak efisien, sekaligus memastikan produk UMKM dapat tersalurkan ke pasar dengan harga yang adil, baik bagi produsen maupun konsumen.

Namun, Bang Zul juga menyadari bahwa tidak semua pihak melihat koperasi dari sudut pandang yang sama. Kritik terhadap koperasi kerap muncul dengan narasi bahwa sistem ini merugikan rakyat. Pertanyaannya, apakah kritik tersebut lahir dari pengalaman yang objektif, atau justru dari pihak-pihak yang selama ini diuntungkan oleh sistem yang tidak adil? Bisa jadi, ada kepentingan yang terselubung di balik kritik tersebut. Bahkan tidak menutup kemungkinan, suara yang paling keras justru datang dari mereka yang merasa kehilangan ruang untuk mengambil keuntungan pribadi.

Pada akhirnya, yang perlu kita dorong bukan sekadar perdebatan, tetapi pembuktian nyata. Koperasi harus mampu menunjukkan bahwa program ini benar-benar menjadi solusi, bukan hanya wacana. Dan masyarakat pun perlu diberikan akses serta pemahaman agar dapat merasakan langsung manfaatnya.

Karena bagi Bang Zul, ketika sistem yang adil benar-benar berjalan, maka potensi masyarakat tidak lagi tergerus, melainkan tumbuh, berkembang, dan memberi dampak luas bagi kesejahteraan bersama.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Membangun Sistem.
Menggerakkan Kolaborasi.
Memberikan Manfaat.

M. Zulfikar Dachlan